PASANG IKLAN DISINI (728 X 90)

Breaking News

[PROMO] NOVEL CINTA BERKELAS SANG DISABILITAS

NOVEL CINTA BERKELAS SANG DISABILITAS


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
Salam bahagia untuk kita semua. 😃

Setelah proses yang panjang, novel "Cinta Berkelas Sang Disabilitas" sudah terbit dan dapat dipesan secara online dengan format sebagai berikut:

Nama pemesan # Jumlah Buku # Alamat lengkap # Nomor Handphone

Contoh:

Limawan Vihien # 1 Buku # Jl. Perkampungan Melayu RT. 001 RW. 001, Kel Setokok, Kec Bulang, Kota Batam # 081372975659


Silahkan kirim SMS atau WA ke Saudari
Veby : 0813-2045-4353
Citra : 0856-6808-2880

Kami akan mengirimkan harga buku dan ongkos kirimnya.
Harga buku: Rp. 45.000,-

Terimakasih sangat. 😃

===============


SINOPSIS NOVEL


“Cinta Berkelas Sang Disabilitas“

Sebuah novel yang menceritakan tentang perjuangan seorang penyandang disabilitas untuk menggapai cita dan cinta. Awang Fadli bersama Najwa Zakiah, sahabat karibnya. Sering mengunjungi rekan-rekan penyandang disabilitas di Kota Batam. Mereka kuliah di Kampus Biru. Di depan papan pengumuman Kampus Biru, Awang Fadli dipertemukan dengan seorang mahasiswi. Namun pada saat pertemuan itu, Awang Fadli tak cukup keberanian untuk sekadar bertanya; Siapakah nama mahasiswi tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Awang Fadli dipertemukan kembali dengan mahasiswi tersebut dalam satu kepanitiaan ospek. Pada saat itulah masa yang berkesan bagi Awang Fadli, kala mahasiswi tersebut mamperkenalkan dirinya “Nama Saya Lia Fitriani”.

Awang Fadli memperkenalkan Najwa dan Lia dengan Bu Hamidah. Seorang guru SLB (Sekolah Luar Biasa) di Kota Batam dan Bung Alizar, seorang tuna netra. Bermula dari situlah Awang Fadli, Najwa Zakiah beserta Lia Fitriani terus belajar dan ingin mengetahui lebih mendalam tentang karakteristik, cara pembelajaran serta cara penanganan terhadap penyandang disabilitas. Beda jenis disabilitas, maka beda pula cara penanganannya. Mereka bertiga pun sering terlibat dalam setiap kegiatan sosial bersama rekan-rekan penyandang disabilitas.

Dalam diamnya, Awang Fadli “terpikat hati” kepada Lia Fitriani. Namun tak cukup keberanian untuk mangungkapkannya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, Awang Fadli tak kunjung juga mengutarakannya. Hingga suatu waktu, Lia musti pulang ke kampung halamannya, di Bumi Lancang Kuning.

Dengan mengumpulkan segenap keberanian. Akhirnya Awang Fadli mengirimkan sepucuk “Surat Cinta Spesial” teruntuk Lia Fitriani. Dengan “pesan istimewa” di bagian akhir. “Jika DITERIMA, aku akan bersyukur serta akan segera bersilaturrahim dengan orang tuamu. Jika TIDAK DITERIMA, aku akan bersabar serta berharap kelak engkau mendapatkan pendamping yang lebih baik dariku.”

Bagaimana dengan perjuangan cita Awang Fadli bersama rekan-rekannya sesama penyandang disabilitas. Bagaimana dengan kisah cinta Awang Fadli teruntuk Lia Fitriani. Apakah cita akan berujung fakta? Apakah cinta akan berbuah nyata?.

Selamat membaca...!

Tidak ada komentar